Langsung ke konten utama

Sudah Dewasakah Saya ???

Pepatah mengatakan , “ Tua Itu Pasti, Dewasa itu Pilihan “. Jadi benarkah kita bisa memillih untuk jadi dewasa ? lalu apa yang mengindikasikan kalau kita sudah dewasa?? Dengan umur yang hampir masuk Club 40 apakah sudah dikatakan dewasa ??

Dahulu saya berpikir kalau jadi dewasa itu saat kita sudah akil balik , dimana tugas dan tanggung jawab bertambah besar. Kata-kata mama seperti “ kamu kan sudah besar “ jadi salah satu beban yang cukup memberati pundak jika dulu masih bersikap kenakak-kanakan . Tapi saat sudah menginjak usia remaja pun apa-apa masih dilarang padahal katanya “ sudah dewasa “, kayaknya ga kosisten banget yak….

Jadi kembali berpikir apakah dewasa itu pilihan ataukah dipaksakan untuk dewasa ?? Banyak anak-anak kecil saat ini disekitar saya yang masih kecil harus menanggung keluarganya dengan bekerja sampingan sehingga mereka “dewasa” sebelum waktunya. Suami pernah mengeluhkan tentang keponakan yang masih kecil namun gaya berpakaiannya seperti orang dewasa…..Dan suami pun pernah mengatakan kalau saya belum dewasa….. Kalau merenungkan kedalam diri sendiri , apakah saya sudah dewasa ?? Harus seperti apakah menjadi dewasa itu ?? Apa sudah ga boleh ketawa-ketiwi dan happy-happy jalan-jalan sama teman?? Sudah ga boleh hunting buku atau film favorit ?? Atau pakai baju modis selama masih sesuai dengan kaidah kesopanan yang ada ?? Apakah jadi dewasa itu artinya sudah bersikap seperti layaknya biarawati ??? Jujur sih dalam hati lebih seneng work hard play hard .

Sebenarnya hidup saya memang tidak mudah, maksudnya adalah dari kecil memang dituntut untuk ikut membantu bantu perekonomian keluarga. Jadi masa sekolah ya diisi dengan bantu ortu sepulang sekolah. Jadi boro-boro mau “hang Out “ di mall atau bioskop?? Dulu itu merupakan barang mewah buat saya. Saat mulai bekerja pun karena memang merintis dari level paling bawah ga bisa lah langsung foya-foya, alhasil ya melewati masa muda dengan sederhana juga .

Sesudah itu karena saya produk “ Nikah Muda” diusia 25 sudah punya tanggung jawab baru mengurus keluarga……Hidup saya mungkin bisa dikatakan berubah menjadi lebih baik justru menjelang usia 30-an. Baik secara materi yang mulai membaik dan mulai meneruskan pendidikan kejenjang S1 .Karena merasa sudah hidup lebih baik….semua hal-hal yang menurut saya dulu “mewah “ mulai saya nikmati sekarang . Dan dengan kemajuan teknologi dimana hal-hal menyenangkan ga selalu mahal ( jadi inget dulu internet barang langka dan mahal ). Walaupun tetep saja karena sudah merasakan hidup susah yang dinikmati juga masih ala-ala “paket hemat” yakin hepi-hepi dengan budget terbatas.

Tapi apakah salah ya menikmati hidup diusia sekarang ? maksudnya sih ga bakalan juga sih saya clubbing…secara emang ga baik baik kesehatan diri dan kesehatan kantong….paling2 mulai getol lagi hobi saya untuk piknik ala backpacker . Prinsip saya paling tidak saya pernah mengunjungi beberapa tempat min level local belum sampai manca Negara. Karena sekarang kan prioritasnya juga kudu nabung buat masa depan anak. Soal tampilan juga ga emak-emak banget, dikantor sampai sempet dikira single hehehhe……emang kira-kira salah ya kalau tetep tampil modis walau anak sudah gadis ?? Asal tahu diri aja dan disesuaikan dengan umur lah…..suami juga bosen kali tiap hari liat kita lusuh dan kumel hehehehe…..

Cuman memang yang jadi catatan tersendiri adalah bagaiman kita membawa diri sesuai dengan status saat ini . Selama suami masih mendukung sih menurut saya sah-sah saja, karena yang lebih ekstrim dari sayapun sebenarnya banyak. Bagaimanapun juga kan sebagai seorang wanita memang sudah kodratnya saat bersikap atau bertindak ada beban dipundaknya…Waktu masih single orang tua jadi beban…ga mungkin kan kelakuan bikin malu ortu ?? Sekarangpun tanggung jawabnya bawa nama suami ( ga cuman namanya aja ditambah nama suami )……Dan jadi catatan juga dunk kalau sampe anak kita malu gara-gara kelakuan mamanya….Untungnya suami saya termasuk pria yang demokratis dalam arti memberikan kebebasan yang bertanggung jawab baik kepada saya istrinya maupun sama anaknya .

Jadi, dengan hidup yang saya jalanin sekarang….apakah saya sudah dewasa ?? Saya belum berani menjawab kalau saya sudah dewasa…..masih dalam proses menuju kedewasaan yang sempurna. Saya hanya bisa mengatakan kalau saya menikmati hidup saya dan selalu memiliki jiwa petualang dalam hidup saya. I am always have my young spirit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Not a Girl....Not Yet a Woman

I'm not a girl...not yet a woman............ all I need its time,a moment that is mine While I'm in betwen....... I'm not a girl Sebaris lagu yang pernah populer dinyanyiin sama Britney Spears ini menggambarkan transformasi dari seorang gadis kecil menjadi wanita dewasa.....kalau bahasa gaulnya sih masa pubertas gitu hehehe... Untuk seorang ibu kayak saya yang punya anak perempuan, lagu tersebut bisa jadi sedikit panduan buat kita ngadepin anak gadis yang beranjak dewasa alih2 merujuk pengalaman waktu kita puber dulu. Melihat transformasi my little Gaby dari masih baby sampai sekarang hampir 12 tahun usianya, memang menakjubkan. Betapa tidak, dari seorang bayi mungil yang ga bisa apa2 selain nanggis aja saat ini sedang dalam masa transisinya menjadi seorang gadis remaja.....betapa cepat waktu berlalu.... Perasaan baru kemaren denger Gaby nanggis saat mainannya yang berantakan mau aku buang karena belum dibereskan. Baru kemaren takjub saat Gaby memakai seragam put...

Antara Khayalan Dan Kenyataan

Baru2 ini ga tau kenapa malah punya hobi baru nonton drama Korea.......kayaknya rada telat ya hehhehe.......Tapiiiii aku saat ini nonton ya drama Korea yang settingnya jaman dahulu alias Saeguk. Awalnya sih ga sengaja gara2 liat cuplikan film Empress Ki yang dimainkan oleh Ha Ji Won Dan Ji Chang Wook yang lagi tayang disalah satu TV Nasional. Berhubung jam tayangnya lumayan malem akhirnya iseng cari filmnya via Internet......eh malah dapet situsnya yang emang khusus film Korea.....hmmm ga nyangka ternyata ketinggalan koreafever. Dari mulai nonton film Empress Ki ini akhirnya jadi penasaran sama kisah aslinya sesuai catatan sejarah. Untuk film ini ternyata banyak menyimpang dengan sejarah aslinya. Dan Dari film ini mulai iseng baca and nyari film2 drama Saeguk lain yang base on history......ngak cuman filmnya aja,sebelum hunting film malah buka2 Mbah Google buat cari tahu basic sejarahnya.Akhirnya mulai nonton berburu beberapa judul film....saat ini yang sudah kelar selain Empress Ki ...

My first Trip to Bangkok Part 2 ( Back to the Bangkok City )

Big Kwan Im @ Bang Saen Kamis, 18 Sept 14 Pagi2 jam 6 sudah bangun dan langsung mandi. Karena semalem tepardotcom akhirnya diputuskan pagi jalan2 melihat sekitar Pattaya. Dari dalam hotel sendiri ada jalan setapak menuju pantai ( kalo diingat2 mirip hotel Ibis dan Novotel Solo dimana ada jalan bareng menembus 2 hotel ). Kira2 seperti itu lah… Pagi di Pattaya sisa2 hingar bingar malam masih keliatan,bukan tumpukan sampah seperti layaknya di Indonesia   looh…..tapi tong sampah kelihatan penuh semua…hehehe ini bedanya Bangkok dengan kota lainnya. Walaupun semalam pesta pora tapi pihak pengelola selalu membuang sampah2 ditempatnya sebelum mereka tutup. Jujur agak nyesel juga sudah mandi, karena begitu melihat suasana pantai langsung kepingin mandi di laut……Soalnya banyak juga turis2 yang mandi dan bermain disekitar pantai. Akhirnya kami cuman jalan2 aja sambil mengabadikan beberapa moment di sudut Pattaya Beach. Jam 7 an kami kembali kehotel untuk makan pagi dan siap2...